KONSTRUKTIVISME

KONSTRUKTIVISME

Nama           :   Restu firmansyah

Nim              :   2001030100

Kelas/Prodi  :   3B Ilkom

Tugas Mata Kuliah  :   Filsafat Komunikasi




Konstruktivisme adalah suatu pendekatan untuk pengajaran dan pembelajaran berdasarkan pada premis bahwa kognisi adalah hasil dari konstruksi mental. Dengan katalain, pelajar belajar dengan memasukkan informasi baru bersama dengan apa yang sudah mereka ketahui. Konstruktivis percaya bahwa belajar dipengaruhi oleh konteks dimana ide diajarkan serta oleh keyakinan dan sikap pelajar. Menurut faham konstruktivis pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) dari orang yang mengenal sesuatu (skemata). Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang lain, karenasetiap orang mempunyai skemasendiri tentang apa yang diketahuinya.

Konstruktivisme dalam Ilmu Komunikasi
    Teori Konstruktivisme adalah teori komunikasi interpersonal yang melihat perbedaan kemampuan masing-masing individu ketika berinteraksi dalam situasi tertentu. Teori ini sebagian didasarkan padateori George Kelly mengenai Gagasan pribadi yang menekankan pada caraindividu mengkonstruksi, merasakan dan meramalkan fenomena yang ada di sekitarnya. Teori George Kelly ini Dibangun sebelum teori konstruktivisme dan dikenal dengan konstruksi pribadi Atau konstruksi personal.Terdapat dua macam proses kognitif yang berlangsung pada diri seseorang, yaitu : 
  1. Belum matangnya proses kognitif seseorang individu ketika dia hanya melihat orang lain dari sisi hitam atau putih saja
  2. individu yang telah memiliki kedewasaan mampu melihat dunia dari gambaran kehidupan yang ada dan mampu menggambarkan orang lain dengan lebih kompleks, tidak hanya terpaku pada hitam atau putih saja. 

AKOMODASI ASIMILASI
    Akomodasi di sisi lain, mengubah dunia dan pengalaman baru menjadi kapasitas mental yang sudah ada. Individu memahami mode tertentu di mana dunia beroperasi. Ketika hal-hal tidak beroperasi dalam konteks itu. Peran guru sangat penting dalam teori pembelajaran konstruktivisme, Alih-alih memberi ceramah, guru dalam teori ini berfungsi sebagai fasilitator yang berperan membantu siswa dalam memahami sendiri.

ASIMILASI
    Berasimilasi menyebabkan seseorang memasukkan pengalaman baru kedalam pengalaman lama, Hal inimenyebabkan individu dapat mengembangkan pandangan baru, memikirkan kembali apa yang dulu merupakan kesalah pahaman, dan mengevaluasiapa yang penting, yang pada akhirnya mengubah persepsimereka 

Adapun tujuan teori belajar konstruktivismeadalah sebagai berikut:
  • Mengembangkan keahlian peserta didik dalam mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban. 
  • Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menjadi pemikir mandiri. 
  • Membantu peserta didik mengembangkan pengertian dan pembahasan konsep secara lengkap. 

Tokoh-tokoh Teori Konstruktisme 
    John Dewey Dewey dan pembelajaran demokratis, Pembelajaran berbasis masalah menemukan akar intelektualnya padapenelitian John Dewey (Ibrahim & Nur, 2004). Dalam demokrasi dan pendidikan Dewey menyampaikan pandangan bahwa sekolah seharusnya mencerminkan masyarakat yang lebih besar dan kelas merupakan laboratorium untuk memecahkan masalah kehidupan nyata. Ilmu mendidikDewey menganjurkan pembelajar untuk mendorong pebelajarterlibat dalam proyek atau tugas berorientasi masalah dan membantu mereka menyelidikimasalah-masalah intelektual dan sosial. Dewey juga menyatakan bahwa pembelajaran disekolah seharusnyalebih memiliki manfaat dari padaabstrak dan pembelajaran yang memiliki manfaat terbaik dapat dilakukan oleh pebelajar dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan proyek yangmenarik danpilihan merekasendiri.

Jean Pieget Konstruktivisme Piaget dan Vygotsky Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan diatas pandangan konstruktivis kognitif (Ibrahim dan Nur,2004). Piaget mengemukakan bahwa pebelajar dalam segala usiasecara aktif terlibat dalam proses perolehan informasi dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Bagi Piaget pengetahuan adalah konstruksi (bentukan) dari kegiatan/tindakan seseorang (Suparno, 1997). Pengetahuan tidak bersifat statistetapiterus berevolusi. Seperti halnya Piaget, Vygotsky juga percaya bahwa perkembangan intelektual terjadi padasaat individu berhadapan dengan pengalaman baru dan menantang dan ketika mereka berusah auntuk memecahkan masalah yang dimunculkan oleh pengalaman ini (Ibrahim & Nur, 2004). Piaget memandang bahwatahap-tahap perkembangan intelektual individu dilalui tanpa memandang latar konteks sosial dan budayaindividu. Sementaraitu, Vygotskymemberi tempat lebih padaaspek sosial pembelajaran. Ia percaya bahwa interaksi sosial dengan orang lain mendorong terbentuknya ide baru dan memperkayaperkembangan intelektual pembelajar.

Jerome Burner Burner telah mengembangkan suatu model instruksional kognitif yang sangat berpengaruh yang disebut dengan belajar penemuan. Bruner menganggap bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang lebih baik. Berusaha sendiri untuk pemecahanmasalah dan pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yangbenar-benar bermakna(Dahar, 1998). Bruner menyarankan agar pebelajar hendaknya belajar melaluipartisipasi secara aktif dengan konsep-konsep dan prinsipprinsip agar mereka dianjurkan untuk memperopleh pengetahuan. Perlunya pembelajar penemuan didasarkan pada keyakinan bahwa pembelajaran sebenarnya melalui penemuan pribadi. 


Prinsip-prinsip Pembelajaran Teori Konstruktivisme
  • Mengajukan masalah yang memiliki relevansi untuk peserta didik mulailah dengan apa yang siswa ketahui dan bantu mereka membangun pemahaman yang semakin canggih dengan membuat materi dan materi pelajaran relevan bagi merekainiadalah landasan pendidikan konstruktivis.
  • Mencari dan Menghargai Sudut Pandang Siswa Guru konstruktivis melihat sudut pandang siswa mereka sebagai "jendela ke dalam penalaran mereka"
  • Penataan Pembelajaran Di Sekitar Konsep Utama, Untuk lebih melibatkan siswa mereka, guru konstruktivis sering menyajikan kurikulum secara holistik, mengatur materi dalam kelompok konseptualatau, seperti yang dikatakan beberapa konstruktivis, "ide besar". 
  • MengadaptasiKurikulum Untuk Mengatasi Anggapan SiswaJika pembelajaran konstruktivis dimulai dengan apa yang telah diketahui siswa dan membantu mereka membangun pengetahuan tersebut, maka guru harus menyadariapa yang diketahui dan dipikirkan siswa diawal pelajaran. 
  • Menilai Pembelajaran Siswa Dalam Konteks Pengajaran Dalam pendidikan tradisional, guru menilai siswa dengan menilai tugas, dari lembar kerja hingga ujian, dan menilai pekerjaan siswa berdasarkan jumlah jawaban benar dan salah. 

Komentar

Postingan Populer