FILSAFAT KOMUNIKASI EPISTEMOLOGI

FILSAFAT KOMUNIKASI EPISTEMOLOGI

Nama           :   Restu firmansyah

Nim              :   2001030100

Kelas/Prodi  :   3B Ilkom

Tugas Mata Kuliah  :   Filsafat Komunikasi


PENGERTIAN EPISTEMOLOGI

Cabang utama filsafat kedua adalah epistemologi (teori pengetahuan), berasal daribahasa Yunani, episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan (knowl-edge), dan logos artinya teori atau ilmu. Dengan demikian, Epistemologi secara etimologis berarti teori pengetahuan Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode, dan gagasan pengetahunan manusia.



Epistemologi pada dasarnya adalah cara bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang diperoleh dan dalam prosesnya menggunakan metode ilmiah, yaitu suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang matang dan mapan, sistematik, dan logis.


OBJEK-OBJEK EPISTEMOLOGI
        Objek epistemologi adalah pengetahuan, sedangkan objek fornalnya merupakan hakikat pengetahuan. Epistemology Theory of Knowledge) menyebutkan 8 hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia :
  1. Mengamati (Observe)
  2. Menyelidiki (inquires) 
  3. Mempercayai ( beliefs) 
  4. Hasrat (desires) 
  5. Maksud ( intens) 
  6. Mengatur (organize)
  7. Menyesuaikan (adapts)
  8. Menikmati (enjoys)

PENGETAHUAN EPISTEMOLOGI
Ciri-ciri pengetahuan ilmiah adalah sebagai berikut (Beerling, dkk, 1986:5-7) :
  1. Berlaku umum 
  2. Memiliki pemikiran otonomi 
  3. Memiliki dasar pembenaran 
  4. Sistematik
  5. Intersubjektif 
        Pengetahuan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh kebenaran. Pengetahuan dipandang dari jenis pengetahuan yang dibangun. Menurut Soejono Soemargono (1997: 10), pengetahuan dapat dibedakan sebagai berikut :
  • Pengetahuan biasa (ordinary knowledge atau common sense). 
  • Pengetahuan ilmiah 
  • Pengetahuan filsafat
  • pengetahuan agama
Kriteria karakteristik pengetahuan dibedakan sebagai berikut (Soejono Soemargono, 1997) :
  1. Pengetahuan Indrawi 
  2. Pengetahuan Akal budi
  3. Pengetahuan Intuitif 
  4. Pengetahuan Kepercayaan (pengetahuan otoratif) 

Jenis Pengetahuan Epistemologi 

ILMIYAH
    Memperbandingkan gejal-gejala dan menganalisisnya sebagai proses dari hasil analisis tersebut dapat dilakukan generalisasia (memperlakukan sesuatu pernyataan untuk kasus yang banyak dan waktu yang berbeda).
    Mengenal praduga yang dimilikinya dan usaha untuk mencari keberlakuannya secara objektif dengan mengumpulkan data di lapangan dengan cara yang sistematis. - Memperhatikan banyak faktor, karena mengetahui bahwa gejala-gejala sosial itu saling berhubungan dan banyak faktor yang menentukan.
     Memungkinkan seseorang membuat pendugaan atau prediksi untuk waktu yang akan dating. 
NIR ILMIAH
    Cenderung untuk melihat sebagai sesuatu yang khusus dan sebagai hal yang pasti. Dengan demikian tidak terdapat keumuman.
   Terdiri dari pernyataan atau yang dalam banyak hal bersifat pepatah dan diperkuat pemakaiannnya melalui pengalaman yang kebetulan sesuai dengan kepercayaan yang pertama
    Memahami dan menjelaskan suatu gejala social dengan mempergunakan hanya satu faktor penyebab.
Tidak memungkinkan prediksi atau dugaan mengenai keberlakuan hasil berpikir tadi untuk masa yang akan datang.


ELEMEN EPISTEMOLOGI
    Dalam pencarian (epistemologi) suatu pengetahuan, terdapat 3 (tiga) elemen filsafat ilmu yang berperan penting yakni knower, knowing, dan knowledge.
  1. Knower adalah orang yang bertindak atau melakukan kegiatan knowing guna memperoleh Knowledge.
  2. Knowing adalah kegiatan nalar atau berpikir dari the knower untuk memperoleh Knowledge.
  3. Knowledge adalah reliabilitas dan soliditas dari dunia eksternal yang kita ketahui melalui sense perceptions pertaliannya dengan ingatannya (memori) dan pengenalan objek-objek yang sama sebagaimana pernah kita lihat 
ELEMEN EPISTEMOLOGI
    Dalam proses ke knowing, motif need of achievement sangat penting. Adapun yang tidak kalah penting menyangkut sesuatu yang umum, antara lain:
Kemampuan manusia pada umumnya.
Kecerdasan manusia pada umumnya (general intelligent atau special intelligent).
Objek yang hendak diketahui dan dipelajar.
Materi yang hendak dipelajari (maksudnya agar materi itu tidak terlalu asing atau sukar dan tidak pula terlalu gampang).
Materi yang diketahui juga harus menantang.

Sementara itu Fiaze menambahkan tiga cara berpikir, yakni: 1. Berpikir divergent (membuka arah baru atau kemungkinan baru). 2. Berpikir convergen (memper dalam atau menguatkan yang sudah ada). 3. Berpikir dialogis (mencoba untuk mengerti tapi mempertanyakan kembali tentang yang lain untuk dimengerti dan dipelajari). 

Komentar

Postingan Populer