Aksiologi

 

Aksiologi

Nama           :   Restu firmansyah

Nim              :   2001030100

Kelas/Prodi  :   3B Ilkom

Tugas Mata Kuliah  :   Filsafat Komunikasi



Definisi Aksiologi

    Istilah aksiologi berasal dari Bahasa Yunani yakni axios yang berarti nilai, serta logos yang memiliki arti ilmu atau teori. Jadi dapat diartikan bahwa pengertian Aksiologi ini merupakan teori nilai, penyelidikan mengenai kodrat, dan status metafisika dari nilai dalam pemikiran filsafat Yunani. 

secara etimologis tersebut, ada beberapa pengertian secara istilah seperti yang disebutkan di bawah ini:
  1. Aksiologi merupakan analisis nilai-nilai. Maksud dari analisis ini ialah membatasi arti, ciri-ciri, asal, tipe, kriteria dan status epistimologis dari nilai-nilai itu.
  2. Aksiologi merupakan studi yang menyangkut teori umum tentang nilai atau suatu studi yang menyangkut segala yang bernilai.
  3. Aksiologi adalah studi filosofi tentang hakikat-hakikat nilai. 



Definisi Menurut Para Ahli

Jujun S. suriasumantri
Aksiologi yang terdapat di dalan bukunya filsafat ilmu sebuah pengantar popular bahwa aksiologi ini diartikan ialah sebagai teori nilai yang berhubungan dengan kegunaan dari pengetahuan yang di peroleh.
Bramel
Aksiologi merupakan nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika serta moral sebagai dasar normative penelitian dan juga penggalian, dan juga penerapan ilmu. 
Kattsoff (2004: 319)
Mendefinisikan bahwa aksiologi ialah sebagai ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. 

Masalah Utama Aksiologi 

1. Kodrat nilai mengenai apakah nilai itu berasal dari :
  • Keinginan (voluntarisme: spinoza)
  • Kesenangan (hedonism: epicurus)
  • Masyarakat (bentham: meinong)
  • Kepentingan (perry)
  • Preferensi (Martineau)
  • Keinginan rasio murni (kant)
  • Pemahaman mengenai kualitas tersier (Santayana)
  • Pengalaman sinoptik kesatuan kepribadian (personalisme: green)
  • Berbagai pengalaman yang mendorong semangat hidup (Nietzsche)
  • Relasi benda-benda sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan konsekuensi yang sungguhsungguh dapat dijangkau (pragmatism: dewain)
2. Jenis-jenis nilai menyangkut perbedaan pandangan antara nilai intrinsic, ukuran untuk kebijaksanaan     nilai itu sendiri, dan nilai instrumental yang menjadi penyebab (baik barang-barang ekonomis                maupun peristiwa-peristiwa alamiah mengenai nilai-nilai instrinsik).
3. Kriteria nilai, artinya untuk menguji nilai yang dipengaruhi sekaligus oleh teori psikologi dan logika. 4. Status metafisik nilai mempersoalkan tentang bagaimana hubungan antara nilai dengan fakta-fakta        yang diselidiki melalui:
  • Ilmu-ilmu kealaman (Koehler)
  • Kenyatan terhadap keharusan (lotze)
  • Pengalaman manusia tentang nilai pada ralitas kebabasan manusia (hegel) 

Definisi Etika

    Etika ialah salah satu cabang ilmu fisafat yang membahas moralitas nilai baik serta juga buruk, etika tersebut bisa di definisikan ialah sebagai nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan manusia atau juga masyarakat yang mengatur tingkah lakunya.
  1. Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai nilai / norma norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
  2. Etika merupakan ilmu tentang baik atau buruk. 

Ada 3 Macam Pendekatan Etika

  1. Etika Deskriptif Etika deskriptif ini merupakan cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas seperti misalnya: adat kebiasaan, anggapan mengenai baik atau buruk, tindakan yang di perbolehkan atau juga tidak.
  2. Etika Normatif Etika normatif ini memiliki arti sistem-sistem yang dimaksudkan untuk dapat memberikan petunjuk atau juga penuntun dalam mengambil suatu keputusan yang menyangkut baik atau juga buruk. 
  3. Metaetika Metaetika menganalisis logika perbuatan dalam kaitan dengan ‘baik’ atau ‘buruk’.

Komentar

Postingan Populer